Stadion Menteng awalnya bernama Viosveld yang dibangun pada tahun 1921. Pertama kali dirancang mengikuti rancangan awal kawasan Menteng oleh PAJ Moojen, dan diteruskan oleh arsitek bernama FJ Kubatz.
Baca Juga
Selain membangun kawasan elite Menteng di Batavia, FJ Kubatz juga tak lupa membangun lapangan sepak bola. Kebetulan klub Vios (Voorwarts Is On Straven) bermukin di kawasan elit tersebut, maka jadilah lapangan itu bernama Viosveld atau lapangannya Vios.
Seiring kemerdekaan Indonesia, lapangan Menteng beralih fungsi menjadi lapangan untuk Persija. Pemberian Menteng untuk Persija diberikan langsung oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Dari Stadion Persija di Menteng itu, Macan Kemayoran mampu melahirkan pemain-pemain hebat dalam sejarah sepak bola Indonesia. Soetjipto Soentoro, Kwee Tek Liong, Yudo Hadiyanto, Surya Lesmana, Iswadi Idris, Oyong Liza, Anjsas Asmara, Andi Lala, Sofyan Hadi, Adityo Darmadi, Tonny Tanamal, hingga Bambang Pamungkas besar di stadion tengah kota ini.
Beberapa pertandingan-pertandingan penting Persija maupun kompetisi nasional kerap hadir di Stadion Menteng. Tak hanya tempat bertanding, Menteng pada jaman jayanya menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar Persija, baik itu pemain, pelatih, pengurus klub anggota, sampai pendukungnya.
Akhirnya keperkasaan Menteng harus rubuh saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggusur stadion tua itu untuk dijadikan taman kota dan lahan parkir kawasan Menteng, pada hari Rabu 26 Juli 2006 lalu.
Kini, Stadion Menteng sudah beralih fungsi menjadi taman kota. Bekas stadion pun sudah tidak terlihat lagi dan telah berubah total menjadi tempat berkumpulnya warga Menteng dan juga Jakarta. Meski demikian, kenangan akan Stadion Menteng membekas di hati para pencinta Persija. Karena tidak akan mudah menghilangkan nostalgia Persija di stadion yang kurang lebih 45 tahun menemani perjalanan Macan Kemayoran.
Selamat Tinggal, Stadion Menteng…
Source : Laman Persija 2016
Tags SEJARAHSubscribe Our Newsletter
0 Komentar
Post a Comment